Caranya Mengubah Anak Nakal

Hari ini saya ingin berbagi sedikit mengenai anak nakal.

Apa yang Anda pikirkan jika mendengar anak nakal?

Anggaplah saya tahu dan sependapat dengan Anda. Anak nakal adalah anak yang menyebalkan, tidak penurut, suka membuat ulah, dsb dsb.

Hal yang unik saya temukan dari tulisan Benny Nugrahan yang terpampang di Storial.co dengan judul bukunya Kumpulan Coretan Inspirasi, yaitu mengenai Anak dan Ridho Orang Tua.

Mengapa saya katakan unik? Karena disini mengangkat sebuah pernyataan tentang anak baik akan semakin baik, sementara anak nakal akan semakin nakal.

Disini Benny Nugrahan, kita sebut saja BN--menulis percakapannya dengan seorang dosen saat sedang minum kopi, "Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan nak nakal biasanya akan semakin nakal ya mas?"

Kemudian dosen tersebut (inisial DM) dikatakan mengambil kertas dan spidol, lalu membuat lingkaran-lingkaran. Kemudian menuliskan, "Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua."

Dalam penjelasannya dikatakan maksud dari kutipan tersebut yang berarti bahwa anak baik membuat orang tuanya ridho dan hal ini akan membuat Allah ridho pula. Sebaliknya, anak nakal akan membuat orang tuanya murka dan hal ini akan membuat Allah murka pula.

Lantas DM menyuruh BN untuk memikirkan implikasi berikutnya dan mencari literatur yang ada.

Setelah bertemunya literatur yang dicari, maka dari percakapan itu mereka menemukan dua siklus, yakni siklus anak baik dan siklus anak nakal.

Siklus 1: Siklus Anak Baik
Anak baik > Orang tua ridho > Allah ridho > Keluarga berkah > Bahagia > Anak makin baik

Siklus 2: Siklus Anak Nakal
Anak nakal > Orang tua murka > Allah murka > Keluarga tidak berkah > Tidak bahagia > Anak makin nakal

Apakah sampai disini selesai perkara? Ternyata tidak. Pertanyaannya tidak sampai disitu.

Berikutnya siklus anak nakal ini ingin diputus agar tidak makin nakal dan harapannya menjadi anak baik.

Dari tulisan tersebut dikatakan kuncinya ada pada orang tua. Bukan anak.

Berikut siklus yang digambarkannya:;
Anak nakal > Orang tua ridho > Allah ridho > Keluarga berkah > Bahagia > Anak jadi baik

Maka pantaslah jika orang tua memiliki kemuliaan yang tinggi. Sebab memikul amanah yang cukup berat dan seringkali membutuhkan perjalanan panjang.

Khususnya bagi seorang ibu yang bertugas merawat anak dan sebagai madrasah bagi anak-anaknya.

Wajar saja jika Rasulullah SAW mengatakan surga berada dibawah telapak kaki ibu dan menyebutnya 3 kali tentang berbakti kepada orang tua dalam sebuah riwayat dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata: "Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata: "Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti perama kali?" Nabi SAW menjawab, "Ibumu!" dan orang tersebut kembali bertanya, "Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali, "Kemudian siapa lagi?" Beliau menjawab, "Ibumu." Orang tersebut bertanya kembali, "Kemudian siapa lagi?" Nabi SAW menjawab, "Kemudian ayahmu." (H.R. Bukhori dan Muslim).

Semoga Allah merahmati beliau dan mengampuni dosa-dosanya.

Allahu'alam

Komentar

Postingan Populer