Kamu Kreatif Kok!
Kalo cahaya aja bisa memantul, kenapa kamu tidak??
Tanyakanlah sekali lagi pada dirimu sendiri di dalam hati, apakah masih ada lagi yang paling berharga namun belum dihargai oleh dirimu sendiri??
Beberapa kali pertanyaan itu terus bermunculan di pikiranku. Hingga malam silih berganti, dadaku berdebar gelisah tanpa jawaban yang menenangkan. Sampai sebuah buku mulai bersuara memberi alasan kecemasan tak beralasan itu. Buku yang berjudul "Kreatifitas Sampai Mati" oleh Wahyu Aditya telah menginspirasiku untuk tetap menghargai apapun bentuk kreatifitas yang dihasilkan oleh tangan sendiri.
Kini bukan lagi soal mimpi, harapan, apalagi dukungan. Karna semua itu berawal dari hati. Kepuasan batin menjadi kunci dan alasan aku bertahan pada kegemaran ini. Kenyamanan adalah segala yang membawa kesenangan. Nyaman pada diri sendiri, bahagia menemukan diri sendiri.
Kerja keras memang harus, tapi bukan berarti memperkerjakan dirimu seperti kuda yang dipacu terus menerus. Ada kalanya diri ini perlu sendiri, istirahat, jauh dari hiruk pikuk ibu kota, jauh dari kebisingan yang melanda, dan lagi sejenak melupakan permasalahan hidup serta rutinitas sehari-hari. Sebab waktu yang dimiliki takkan lagi kembali. Memanfaatkan setiap menit yang ada bukan berarti harus selalu sibuk. Kita ini manusia, bukan robot!
Tak usah terlalu memusingkan penilaian orang yang menganggap usahamu akan sia-sia. Karna sejatinya setiap yang kita lakukan pasti ada salah sebelum benar, ada jatuh sebelum berdiri. Dengan kesempatan yang sama, peluang yang sama, dan pilihan yang ada, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Tanpa melupakan satu hal, setiap pilihan selalu ada konsekuensinya.
Maka menjadi penting menghargai diri sendiri sebelum orang lain yang menghargai. Karna belum tentu orang lain itu mau memberi harga MAHAL usaha kita. Kita yang lebih tau proses apa saja yang sudah kita lewati untuk menjadi sekarang ini.
Berikut tips mengembalikan semangat kreatifitas:
Ada satu kalimat yang begitu melekat sampai sekarang dan aku tanamkan juga nih di "Ilmu itu, bukan siapa yang lebih pintar. Tapi siapa yang tahu lebih dulu" -Pak Sri Satata-
Tanyakanlah sekali lagi pada dirimu sendiri di dalam hati, apakah masih ada lagi yang paling berharga namun belum dihargai oleh dirimu sendiri??
Beberapa kali pertanyaan itu terus bermunculan di pikiranku. Hingga malam silih berganti, dadaku berdebar gelisah tanpa jawaban yang menenangkan. Sampai sebuah buku mulai bersuara memberi alasan kecemasan tak beralasan itu. Buku yang berjudul "Kreatifitas Sampai Mati" oleh Wahyu Aditya telah menginspirasiku untuk tetap menghargai apapun bentuk kreatifitas yang dihasilkan oleh tangan sendiri.
Kini bukan lagi soal mimpi, harapan, apalagi dukungan. Karna semua itu berawal dari hati. Kepuasan batin menjadi kunci dan alasan aku bertahan pada kegemaran ini. Kenyamanan adalah segala yang membawa kesenangan. Nyaman pada diri sendiri, bahagia menemukan diri sendiri.
Kerja keras memang harus, tapi bukan berarti memperkerjakan dirimu seperti kuda yang dipacu terus menerus. Ada kalanya diri ini perlu sendiri, istirahat, jauh dari hiruk pikuk ibu kota, jauh dari kebisingan yang melanda, dan lagi sejenak melupakan permasalahan hidup serta rutinitas sehari-hari. Sebab waktu yang dimiliki takkan lagi kembali. Memanfaatkan setiap menit yang ada bukan berarti harus selalu sibuk. Kita ini manusia, bukan robot!
Tak usah terlalu memusingkan penilaian orang yang menganggap usahamu akan sia-sia. Karna sejatinya setiap yang kita lakukan pasti ada salah sebelum benar, ada jatuh sebelum berdiri. Dengan kesempatan yang sama, peluang yang sama, dan pilihan yang ada, kita bisa menjadi apapun yang kita inginkan. Tanpa melupakan satu hal, setiap pilihan selalu ada konsekuensinya.
Maka menjadi penting menghargai diri sendiri sebelum orang lain yang menghargai. Karna belum tentu orang lain itu mau memberi harga MAHAL usaha kita. Kita yang lebih tau proses apa saja yang sudah kita lewati untuk menjadi sekarang ini.
Berikut tips mengembalikan semangat kreatifitas:
- Suka
- Minat
- Cuek
Ada satu kalimat yang begitu melekat sampai sekarang dan aku tanamkan juga nih di "Ilmu itu, bukan siapa yang lebih pintar. Tapi siapa yang tahu lebih dulu" -Pak Sri Satata-

Kembangkan gan ,, harus rajin nulis nih :D
BalasHapus@SumaelNote yoi gan hehe makasih udah berkunjung
BalasHapuswuahhh kata-kata nya penuh motivasi dan menginspirasi. Jadi makin semangat untuk menulis di blog. Teruskan karya mu yah. Semoga makin kreatif aja. Salam kenal :)
BalasHapus@AndiWahyudi semangat gan! 😊 makasih telah berkunjung. Salam kenal juga.
BalasHapus