Bolehkah Ini Untukku?

Hi genks, kalian sudah pernah baca tentang kisah seorang pemuda dan sebuah apel belum? Itu tuh, yang ceitanya kerap kali kita dengar atau kita baca di beberapa jejaring sosial. Untuk sekedar mengingatkan dan mereview ulang ceritanya biar gak terjadi bias, yuk simak yang berikut ini:

Alkisah ada seorang pemuda yang bernama Tsabit bin Zutho di era Tabi'in, kala itu ia sedang berjalan di pinggir kota Kufah,Irak. Disana terdapat sungai yang bersih dan jernih.  Tiba-tiba aja ia melihat sebuah apel yang hanyut di sungai itu. Kebetulan ia sedang lapar. Dimakanlah apel itu satu gigitan. Tapi kemudian ia teringat bahwa apel itu bukan punya dia. Ia merasa bersalah karena telah memakan apel itu tanpa seizin pemiliknya, menurutnya buah itu pasti telah ditanam oleh seseorang.

Tsabit mencari siapa pemilik buah apel itu dengan mengikuti arus sungai dan akar pohon apel yang menjalar di samping sungai. Ia temukan kebun pohon apel dan seorang yang berada disana lalu meminta maaf. Namun ternyata ia bukan pemiliknya, diberi tahu-lah Tsabit dimana letak rumah empunya. Hanya karena ia ingin mendapatkan ridho dari buah apel yang dimakannya oleh yang punya ia rela mendatangi rumahnya walau jauhnya berkilo-kilo meter. Ia tak ingin berdosa mengambil hak yang bukan miliknya.

Singkat cerita sang pemilik baru mau memaafkan dan memberi ridhonya jika Tsabit mau menikahi putrinya yang buta, bisu, tuli. Betapa kagetnya Tsabit setelah menikahi wanita tersebut dan menemuinya di malam pertama bukanlah wanita cacat seperti yang dibayangkannya. Melainkan wanita cantik. Ia buta karena tidak pernah meilhat sesuatu yang dimurkai Allah, ia bisu karena tidak pernah mengucapkan yang membuat Allah murka,  dan ia tuli karena tidak pernah mendengar yang membuat Allah tidak ridho. Dan ia lumpuh karena tidak pernah melangkahkan kakinya ke tempat yang Allah murkai.

Nah, itu tadi adalah sepenggal kisahnya seorang pemuda dan sebuah apel. Disini kita bukan mau membahas wanita cantiknya ya.. Melainkan bagaimana dengan kita, apakah selama ini yang kamu miliki sudah diridhoi? Pernah gak kamu ngambil pensil yang tergeletak di lantai kelas tanpa mikirin apakah yang punya rela kamu ambil pensilnya? Ya.. Walaupun orang itu gatau pensilnya kamu ambil atau kamu gatau siapa pemilik pensilnya.
Atau kamu berpikir "yaelah cuma pensil doang. Harganya juga cuma dua ribu".. Hayoo ngaku?  Hehe.. 

So,  apa yang mesti kita lakuin? Karena gini ya genks, segala yang kita lakuin itu akan ada pertanggungjawabannya nanti. Kamu aja selalu pengen pasangan yang kamu sayang mempertanggungjawabkan perasaannya. Nah gimana dengan akhiratmu? Terus nanya deh,  "jadi gue harus nyari-nyari tuh orang yang punya pensil sewaktu sd pensilnya gue ambil?". Hmm, ya... disarankan sih, setelah baca ini, kalian taubat deh. Dan jangan ngulangin lagi ya. Kan udah tau ilmunya. Mungkin dulu kita belum tau kalau ternyata yang kita anggap sepele itu berat timbangannya di akhirat nanti.

Semoga  bermanfaat ya tulisan ini.... :)

Komentar

  1. wah keren... :D jadi keinget sering ngambilin pulpen yg dibawah kalo lagi piket :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer